Adikku sayank, adikku malang.....
Kejadian ini memberikan pelajaran sangat berharga buat kami sekelurga,naluri seorang ibu tak bisa berbohong bahwa ada kekhawatiran dalam hatinya bahwa akan terjadi sesuatu hal buruk yang akan menimpa anak-anaknya, pada saat itu ke kekhwatiran tertuju pada adikku Ria dan suaminya yang sedang dalam perjalanan menuju rumah dari Rantau Parapat,jarak tempuhnya sekitar 5-6 jam,mama sangat khawatir dengan mereka karna mereka menggunakan kereta ( sepeda motor, orang medan menyebutnya " kereta"),kekhawatiran mama cukup beralasan selain jarak tempuh dan transportasi yang di gunakan, mama juga khawatir karna ini adalah hari raya pertama, pasti jalanan ramai dan riskan kecelakaan , belum lagi tingkah laku anak2 di berada di pinggir jalan yang menjengkelkan yang menembak setiap orang yang lewat dengan pistol mainanan anak yang berisikan peluru2 mainan, yang apabila kena ke kulit maka akan terasa pedih dan bahkan terkelupas.mama akhirnya menelpon adikku dan mengingatkannya apabila ada sinyal, jangan lupa sms, ngabarin perjalanan mereka sudah sampai dimana? dengan hati yang sedikit lega, akhirnya mama menepis fiarasat buruknya itu, demikian lah adikku selalu mengirimkan sms kabar perjalanan mereka sama mama sampai akhirnya tiba di rumah.
hari2 nan fitri berlalu hari demi hari,tiba pada hari fitri ke-4,kami di kejutkan oleh kecelakaan kecil yang menimpa adikku kiki, adikku yang paling bontot dan paling cakep katanya (narsis mode on), pelipis matanya sebelah kiri kena tembakan pistol2 maenan anak, sudah menjadi tradisi di kota kelahiran ku, maraknya lebaran juga diisi dengan permainan tembak-tembakan pistol maenan anak-anak, yang mana menurut aq kurang mendapat perhatian pemerintah setempat ttg dampak nya terhadap anak-anak dan orang lain, sebenarnya adalah adikku adalah korban dari sekian banyak korban2 lainnya yang sudah kena dampak dari permainan pistol2 anak-anak ini.singkat cerita, pada hari itu, dengan sedikit menangis ter isak-isak dia pulang kerumah dan di hantarkan oleh temannya,dari pagi mama sudah mengingatkan kiki untuk tidak main jauh dari rumah selepas solat jum'at, dalam hal ini ,disini lah peran anak penurut harusnya di lakoni, tetapi tidak demikian dengan adikku yang satu ini,mungkin karna keasikan bermain sehingga ia lupa mengindahkan kata2 mama pagi tadi,dia menangis kesakitan pada saat mengatakan kejadian yang sebenarnya pada mama, ternyata adikku kena tembakan pistol maenan anak pada saat ia sedang berada dalam mobil ayah temen nya, menurut pengakuan nya, dia dan teman2 nya yang lain di bawa jalan2 oleh ayah temannyaa. kemudian mama bawa kiki ke bidan dekat rumah, ini lah pertolongan medis pertama yang bs di lakukan untuk pertama sekali,bu bidan memberikan salep mata, dan obat-an nya lainnya, rasa sakit ini juga tak kunjung hilang, kiki terus menangis meraung-raung menahankan rasa sakitnya,dalam hal ini kami tak terlalu serius menanggapinya karna kami menganggap nya nangis hanya lah nangis manjanya dia sama mama dan kami sekelurga
2 hari kemudian mama membawanya ke dokter spesialis mata, si dokter kacungan itu juga memberikan info ringan dan terkesan helpful, bahwa mata adikku tidak akan apa apa ( artinya matanya baik2 aja, hanya iritasi sedikit ) , dan memberikan resep obat,sebagai orang awam medis, kita percaya dengan apa yang di katakanya.
rasa sakitnya mulai mereda, tetapi sebelah matanya tak lagi bisa melihat,
akhirnya mama putuskan tuk berobat ke medan.
berdasarkan refrensi dari seorang dokter umum,dokter tsb menyarankan agar kiki di bawa ke dokter mata yang cukup terkenal dan bagus, akhirnya mama dan papa membawa kiki kesana, alangkah terkejutnya mama dan papa ketika mendengarkan penuturan si bu dokter ini, ternyata mata adikku sudah parah dan harus di operasi agar bisa melihat kembali, info dari dokter tadi membuat mama ku sedih dan shock, karna tak menyangka klo efek nya sampe separah ini,dengan sedikit asa, mama ku masih berharap dokter berikutnya,tidak akan mengatakan info yang sama seperti tadi.......
bersambung....
1 comment:
Semoga adik yensi cepat sembuh ya yen...
Post a Comment